Di Pengaturan Server, admin dapat memilih setting sesuai penggunaan server. Setting server itu kemudian dapat digunakan untuk secara otomatis menentukan modul-modul default untuk server tersebut. Selain itu, admin juga dapat melakukan manipulasi data sesuai dengan jenis server.
Sebagai contoh, berikut dijelaskan penggunaan server sebagai web publik saja di hosting. Yaitu server yang tidak digunakan untuk mengelola data desa atau menyediakan layanan seperti surat-menyurat. Penggunaan server seperti ini diperlukan di kabupaten yang tidak memperbolehkan data penduduk tersimpan secara daring atau di mana desa tidak bersedia mengambil resiko ada pelanggaran privasi data penduduk.
Gambar berikut menunjukkan setting untuk menentukan server hanya untuk web publik. Di langkah #4, setelah tombol tersebut di-klik, modul yg dapat dipakai hanya untuk Pengaturan dan Admin Web
Di Pengaturan Modul, admin dapat menentukan modul-modul mana saja yang ditampilkan di menu utama. Misalnya, apabila desa belum melakukan pengelolaan tanah desa, modul Persil, Plan dan Peta bisa di-non-aktifkan supaya tidak membingungkan pengguna.
Setting modul dilakukan di halaman Modul. Untuk menampilkan halaman Modul, klik menu Pengaturan > Modul seperti terlihat di gambar berikut.
Aktif / Non Aktif Modul, dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Ubah Modul, dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Lihat Sub Modul, dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Ubah Sub Modul, dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Aktif / Non Aktif Sub Modul, dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Paket Tambahan, dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Paket Tersedia terdapat dua kategori, yaitu tipe gratis dan tipe premium.